google.com








Google



























How to Make Vertical Sliding Menu

addres

Join The Community

Premium WordPress Themes

Friday, March 11, 2011

Hidup Delapan Jam Bayi Lahir Telah Disunat Meninggal Dunia

Warga Kampung Lembur Kolot, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jabar, Selasa (8/3/2011), digegerkan dengan kelahiran bayi laki-laki dengan kelamin telah disunat.

lebih lengkapnya klik diisni
Warga Kampung Lembur Kolot, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jabar, Selasa (8/3/2011), digegerkan dengan kelahiran bayi laki-laki dengan kelamin telah disunat.

lebih lengkapnya klik diisni

Tak Ada Kejadian Heboh Terkait "Supermom"


Pekan depan Bumi berada pada titik terdekat dengan bulan sejak 1992. Hal itu menjadi kesempatan mengambil foto untuk para  astronom amatir.


lebih lengkapnya klik disini

Pekan depan Bumi berada pada titik terdekat dengan bulan sejak 1992. Hal itu menjadi kesempatan mengambil foto untuk para  astronom amatir.


lebih lengkapnya klik disini

Kura-kura Kepala Dua Pengganti Paul si Gurita


Kura-kura bernama Magdalena menjadi sorotan media di Slovakia dan mulai dianggap seperti Paul si Gurita yang memprediksi pemenang pertandingan sepak bola.



lebih lanjutnya klik disini

Kura-kura bernama Magdalena menjadi sorotan media di Slovakia dan mulai dianggap seperti Paul si Gurita yang memprediksi pemenang pertandingan sepak bola.



lebih lanjutnya klik disini

Thursday, March 10, 2011

FIFA Menekankan PSSI Harus Merangkul LPI

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi PSSI, jika tak mau dijatuhi sanksi skorsing FIFA. Salah satunya harus merangkul Liga Primer Indonesia (LPI).
Dari hasil pertemuan Duta Besar Indonesia, Joko Susilo dengan Presiden FIFA Joseph Blatter di Swiss, Selasa malam atau Rabu dinihari WIB, PSSI diminta oleh FIFA untuk merangkul Liga Primer Indonesia (LPI), bukan malah menutupnya.

Menurut Joko, FIFA menghendaki ada titik temu antara PSSI dengan pengelola LPI. Jika tidak secepatnya diselesaikan, maka FIFA bisa menjatuhkan sanksi. "Tentang LPI, jika tidak bisa membereskan dengan merangkul LPI, PSSI akan kena sanksi," terang Joko seperti dikutip www.kompas,com.

Ditambahkan, FIFA memberikan kesempatan kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah terkait dengan LPI sebelum Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. "Ya, sebelum kongres, makanya semua pihak harus duduk bersama," tutur Joko.

Presiden FIFA Joseph Blatter dalam pertemuan dengan Ketua Umum KOI/KONI Rita Soebowo juga telah menolak pencalonan Nurdin Halid. Nurdin yang pernah dipenjara, dinilai telah melanggar Statuta FIFA. FIFA juga menolak tiga calon lainnya, Nirwan Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Dengan demikian pemilik suara di Kongres PSSI harus mencari figur baru untuk calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Siapa ya yang pantas?
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi PSSI, jika tak mau dijatuhi sanksi skorsing FIFA. Salah satunya harus merangkul Liga Primer Indonesia (LPI).
Dari hasil pertemuan Duta Besar Indonesia, Joko Susilo dengan Presiden FIFA Joseph Blatter di Swiss, Selasa malam atau Rabu dinihari WIB, PSSI diminta oleh FIFA untuk merangkul Liga Primer Indonesia (LPI), bukan malah menutupnya.

Menurut Joko, FIFA menghendaki ada titik temu antara PSSI dengan pengelola LPI. Jika tidak secepatnya diselesaikan, maka FIFA bisa menjatuhkan sanksi. "Tentang LPI, jika tidak bisa membereskan dengan merangkul LPI, PSSI akan kena sanksi," terang Joko seperti dikutip www.kompas,com.

Ditambahkan, FIFA memberikan kesempatan kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah terkait dengan LPI sebelum Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. "Ya, sebelum kongres, makanya semua pihak harus duduk bersama," tutur Joko.

Presiden FIFA Joseph Blatter dalam pertemuan dengan Ketua Umum KOI/KONI Rita Soebowo juga telah menolak pencalonan Nurdin Halid. Nurdin yang pernah dipenjara, dinilai telah melanggar Statuta FIFA. FIFA juga menolak tiga calon lainnya, Nirwan Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Dengan demikian pemilik suara di Kongres PSSI harus mencari figur baru untuk calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Siapa ya yang pantas?

INDONESIA DI PERCAYA AKAN KAYA

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia.

Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen.

Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010.

"Itu peningkatan uang yang teramat besar," ujar Chief Editorial Advisor Forbes Indonesia Justin Doeble, di Hotel Mulia, hari ini.

Bisnis komoditas batu bara dan kelapa sawit menjadi favorit orang-orang terkaya. Menurut Doeble, dua komoditas ini memiliki prospek cerah saat ini dan di masa mendatang. "Batu bara dan kelapa sawit akan membuat orang Indonesia semakin kaya," kata dia.

Selain itu, batu bara Indonesia juga memiliki keunikan. Dibandingkan dengan batu bara yang dihasilkan India, batu bara Indonesia jauh lebih ramah lingkungan sehingga diminati dunia internasional.

"Bahkan India mengimpor batu bara Indonesia untuk dicampur dengan batu bara yang mereka hasilkan agar kualitasnya bertambah," ujar Deeble.

Dia juga yakin saat Cina terus membangun maka permintaan akan batu bara akan terus meningkat. Demikian halnya dengan kelapa sawit yang juga berprospek cerah.

Menurut Doeble, komoditas yang banyak dihasilkan di Sumatera dan Kalimantan ini memiliki sifat yang unik karena bisa dioleh menjadi berbagai macam produk seperti minyak goreng, kosmetik, sabun, hingga bahan bakar.

Sementara itu, bisnis komoditas tembakau akan mengalami sedikit kegoncangan akibat wacana kesehatan di seluruh dunia. Menurut dia, bertambahnya kekayaan pengusaha rokok lebih disebabkan karena membaiknya pasar modal domestik tempat mereka menitipkan sahamnya. Selain itu, peningkatan konsumsi rokok di kalangan penduduk Indonesia juga membuat penghasilan dari bisnis tembakau terus bertahan.

Perbaikan ekonomi Indonesia dan pesatnya industri batu bara dan kelapa sawit membuat golongan kelas menengah bertumbuh. "Indonesia menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Asia. Pasti orang semakin punya uang dan mampu membelinya," kata dia.

Karena itu ia percaya beberapa sektor usaha lain akan menjadi lahan garapan potensial untuk menambah pundi-pundi emas orang kaya. Sektor usaha tersebut antara lain layanan perbankan dan keuangan, perangkat keras telepon genggam, sektor telekomunikasi dan internet, hingga aplikasi pada telepon genggam.

"Selagi pasar domestik yang dibentuk oleh golongan kelas menengah terus meningkat, bisnis di sektor-sektor ini berpotensi sebagai pengeruk kekayaan," kata dia.
Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia.

Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen.

Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010.

"Itu peningkatan uang yang teramat besar," ujar Chief Editorial Advisor Forbes Indonesia Justin Doeble, di Hotel Mulia, hari ini.

Bisnis komoditas batu bara dan kelapa sawit menjadi favorit orang-orang terkaya. Menurut Doeble, dua komoditas ini memiliki prospek cerah saat ini dan di masa mendatang. "Batu bara dan kelapa sawit akan membuat orang Indonesia semakin kaya," kata dia.

Selain itu, batu bara Indonesia juga memiliki keunikan. Dibandingkan dengan batu bara yang dihasilkan India, batu bara Indonesia jauh lebih ramah lingkungan sehingga diminati dunia internasional.

"Bahkan India mengimpor batu bara Indonesia untuk dicampur dengan batu bara yang mereka hasilkan agar kualitasnya bertambah," ujar Deeble.

Dia juga yakin saat Cina terus membangun maka permintaan akan batu bara akan terus meningkat. Demikian halnya dengan kelapa sawit yang juga berprospek cerah.

Menurut Doeble, komoditas yang banyak dihasilkan di Sumatera dan Kalimantan ini memiliki sifat yang unik karena bisa dioleh menjadi berbagai macam produk seperti minyak goreng, kosmetik, sabun, hingga bahan bakar.

Sementara itu, bisnis komoditas tembakau akan mengalami sedikit kegoncangan akibat wacana kesehatan di seluruh dunia. Menurut dia, bertambahnya kekayaan pengusaha rokok lebih disebabkan karena membaiknya pasar modal domestik tempat mereka menitipkan sahamnya. Selain itu, peningkatan konsumsi rokok di kalangan penduduk Indonesia juga membuat penghasilan dari bisnis tembakau terus bertahan.

Perbaikan ekonomi Indonesia dan pesatnya industri batu bara dan kelapa sawit membuat golongan kelas menengah bertumbuh. "Indonesia menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Asia. Pasti orang semakin punya uang dan mampu membelinya," kata dia.

Karena itu ia percaya beberapa sektor usaha lain akan menjadi lahan garapan potensial untuk menambah pundi-pundi emas orang kaya. Sektor usaha tersebut antara lain layanan perbankan dan keuangan, perangkat keras telepon genggam, sektor telekomunikasi dan internet, hingga aplikasi pada telepon genggam.

"Selagi pasar domestik yang dibentuk oleh golongan kelas menengah terus meningkat, bisnis di sektor-sektor ini berpotensi sebagai pengeruk kekayaan," kata dia.